(MTsN Gresik) Dalam rangka meningkatkan tali silaturrahmi dan peningkatan mutu SDM ASN serta kualitas pendidikan, Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik menyelenggarakan pembinaan yang di bimbing langsung oleh bapak Markus selaku oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Rabu, (21/08)
Bertempat di Gedung Pendidikan Islam (GPI), bapak Markus memberikan pemaparan tentang hal-hal yang berhubungan dengan peningkatan mutu madrasah. Salah satu materinya yaitu terkait dengan Managerial. Fungsu Managerial ini sebagi acuan dalam mengembangkan mutu pendidikan di madrasah.
Pembinaan yang berlangsung tidak membosankan, karena bapak Markus tidak hanya memberikan ceramah, melainkan mengajak diskusi dengan dewan guru, juga disertai humor-humor yang bikin perut kocak.
Panjang lebar beliau berdiskusi dan memberikan arahan kepada seluruh pegawai ASN dan Honorer di Aula itu, akhirnya tiba di sebuah inti dan simpulan dari begitu banyak uraian yang sudah di kelurkan.
Dalam pembinaan yang telah berlangsung, ada tiga point yang bisa di ambil: pertama; bekerja luar biasa. sebagai  ASN di Madrasah Negeri, kita dituntut untuk bekerja luar biasa. “Bukan biasa-biasa saja,” kata Markus. Beliau menggambarkan seorang guru tidak boleh mempunyai mindset datang di madrasah kemudian mengajar, selesai mengajar santai di tempat duduk, mengajar lagi, lalu pulang. Artinya dalam aktifitas yang dikerjakan itu bisas-biasa saja. Tidak menghasilakn output yang berproduktif, dst.
Kedua; madrasah harus punya program unggulan. Berkembangnya teknologi menuntut kepada siapapun untuk memiliki daya saing, begitupula dalam dunia pendidikan. Madrasah harus mampu bersaing dengan madrasah yang lain. Salah satu daya saing yang bisa diunggulkan adalah program unggulan. “Masyarakat bisa menilai madrasah itu baik dan unggul selama madrasah tersebut mampu memberikan output terbaiknya kepada masyarakat,” jelas Markus
Ketiga; madrasah harus Inovatif. Sebagai guru harus memiliki Inovasi dalam pembelajaran. ”Setiap kompetensi yang ada di mata pelajaran memiliki ruang Inovasi. Hal itu sudah terprogram di Program Tahunan (prota). Dan itu harus di action kan. Harus benar-benar di buat dan di maksimalkan.” Tambah Markus. Dengan berinovasi, maka kita bisa dikatakan sebagai guru yang produktif. Dalam pembelajaran yang kita lakukan bisa memberikan manfaat dalam pendidikan melalui karya Inovasi tersebut.
Terkait dengan Inovasi, lanjut Markus, Kementerian Agama Kabupaten Gresik akan membuat Program “Kemeneg Inovatif Nasional”. Setiap pegawai khususnya ASN Kementerian Agama Kabupaten Gresik harus bisa membuat karya Inovatif. Hal itu tidak hanya di wajibkan untuk Guru, tetapi, Pegawai dan Staff juga harus bisa membuat karya Inovasi. “Program ini sudah direncanakan, ke depannya akan ada pendataan dari Tim,” jelasnya. (abd)

Tinggalkan Komentar



© 2019 Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik : Berita Utama : Pembinaan ASN MTsN Gresik, Kepala Kemenag Tekankan 3 Hal. All rights reserved.