(MTsN Gresik) sebagai Madrasah Calon Adiwiyata Mandiri- sebuah penghormatan bagi keluarga besar MTs Negeri Gresik- Tim Juri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengunjungi Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik. Kedatangan yang dipimpin oleh ibu Noor Indrastuti bersama ibu Linda Sibarani dalam rangka verifikasi lapangan (verlap) bagi calon madrasah Adiwiyata Mandiri. Kedatangan beliau berdua didampingi oleh beberapa Tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Gresik. Turut mengawal juga perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Abdul Aziz, ketua Tim Adiwiyata MTs Negeri Gresik mengatakan bahwasanya, di Kabupaten Gresik, untuk Sekolah/Madrasah Calon Adiwiyata Mandiri tahun 2019 yang mengajukan diri sebanyak dua belas lembaga. Dari dua belas lembaga yang mengajukan dokumen calon sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM) hanya enam yang dinyatakan lulus verifikasi dokumen. Satu dari enam lembaga tersebut adalah Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik. Data yang diterima ini berdasarkan surat keputusan dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan dengan nomor surat: S.372/LATMAS/PGL/SDM.2/11/2019 Lulusnya verifikasi dokumen bagi sekolah calon Adiwiyata Mandiri tersebut akan ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan (verlap) untuk melihat langsung di lapangan. Data yang masuk dan dinyatakan lulus kemudian dicocokkan dengan kondisi real di lapangan. Pelaksanaan verlap oleh Tim Juri dari KemenLHK dilaksanakan secara sampling. Dari enam lembaga yang lulus verifikasi dokumen tidak semua dikunjungi untuk verifikasi lapangan. “ini adalah taqdir, MTsN Gresik jadi sampling Verlap,” ujar Abdul Aziz. MTs Negeri Gresik menjadi salah satu madrasah sampling verifikasi lapangan. Hal itu tidak membuat lemah bagi Tim Adiwiyata mengingat dokumen yang dikirmkan dan diajukan telah lulus verifikasi. Hal itu menandakan bahwasanya kondisi fisik dilapangan juga sama seperti apa yang tertera di dokumen. Pemikiran positif tersebut dijadikan sebagai motivasi yang kuat oleh Tim Adiwiyata MTs Negeri Gresik untuk melengkapi dan membenahi hal-hal yang belum maksimal di lapangan. Sehingga pada pelaksanaan vervikasi semua berjalan lancar dan sukses. Kunjungan verifikasi sesuai jadwal yang direncanakan. Rabu, (27/11) Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik sebagai Calon Madrasah Adiwiyata Mandiri dinilai. Tim Juri, Ibu Noor dan ibu Linda (sapaan akrab) sebelum keliling lapangan dan berdiskusi dengan peserta didik beliau mengikuti kegiatan ceremonial penyambutan yang berlangsung di Gedung Pendidikan Islam (GPI). “ MTs Negeri Gresik hijau, bersih, dan asri” kesan pertama ibu Noor dalam sambutannya. Reaksi spontan tepuk tangan datang dari seluruh dewan guru dan karyawan membuat suasan di GPI tersebut mengukir sebuah moment yang sangat menggembirakan dan mengharuhkan atas kesan dari ibu Noor selaku Tim Juri. “ MTs Negeri Gresik siap di verifikasi dan di nilai,” tambah Ahmad Jamil dalam sambutannya. Dari hasil verifikasi di lapangan yang dilakukan oleh Tim juri, secara umum terdapat sinkronisasi dan match anatara dokumen dan bukti fisik. Begitu juga secara eksplore pengetahuan tentang lingkungan, peserta didik memahami tentang program Adiwiyata dan hal-hal yang harus dilakukan dan dibiasakan untuk menjaga lingkungan madrasah. “Peserta didik paham tentang Adiwiyta, bukti fisik juga ada, juga ditemukan Inovasi seperti produksi pupuk kompos, juga Literasi berupa karya tulis siswa buku tentang Lingkungan,” tambah ibu Linda. Sebelum Tim juri melakukan kunjungan ke madrasah Adiwiyata binaan MTsN Gresik yaitu MI Nurul Ulum dan MIN 2 Benjeng, Tim juri mengekspose feed back dari hasil verifikasi yang telah dilaksanakan. Hasil dari feed back yang di presentasikan, ada beberapa point yang dirasa perlu untuk pembenahan. “yang kami share ini bukan temuan kok, melainkan sebuah upaya untuk pembenahan agar MTs Negeri Gresik ke depannya bisa maksimal dalam mengelola program Adiwiyata. Karena verifikasi ini masih dalam proses menuju Mandiri,  belum Mandiri” ungkap bu Noor. Hasil dari Verifikasi oleh Tim juri diantaranya adalah; terkait dengan Biopori, menurutnya, perlu menambah biopori lagi. Meskipun sudah banyak biopori yang terpasang di halaman madrasah tetapi perlu ditambahi lagi di area yang memiliki genangan air. Biopori tidak hanya terpasang di depan tetapi juga harus ada di belakang, di kebun buah, di hutan dst. Kemudian tentang Sampah; pemilahan sampah yang dilakukan oleh peserta didik melalui beberapa proses sampai pencacahan dan penggilingan dengan mesin kemudian pengepakkan sampah sudah bagus. Peserta didik memahami betul tentang pengolahan sampah menjadi pupuk kompos. Sebuah catatan kecil, menurutnya perlu ada inovasi lagi untuk menggantikan mesin yang dipakai dengan alat yang ramah lingkungan. Karena mesin yang dipakai masih menggunakan bahan bakar bensin. “ bisa dengan menggunakan pedal dengan penggeraknya adalah siswa, bukan mesin”, menurutnya. “Secara keseluruhan sudah baik” pertegas lagi dari Tim juri. Semoga hasil verifikasi yang kita lakukan bisa memberikan hasil yang baik bagi MTs Negeri Gresik untuk meraih gelar Madrasah Adiwiyata Mandiri. Sebelum pamit, ibu Noor menunjukkan bungah hias dari hasil daur ulang  plastik ke seluruh dewan guru dan karywan serta peserta didik, “ ini bagus, karena hasil daur ulang” katanya, tetapi tidak boleh dilakukan karena memanfaatkan plastik menjadi duar ulang sama halnya menambah sampah baru, karean pada prinsipnya plastik sulit terurai. “Mari kita bersama-sama mengurangi sampah di lingkungan madrasah kita,” Ajak ibu Noor. (abd)

Tinggalkan Komentar



© 2019 Madrasah Tsanawiyah Negeri Gresik : Berita Utama : Menuju Adiwiyata Mandiri, MTs Negeri Gresik Siap di Nilai. All rights reserved.